Pesantren Darussalam menghidupkan tradisi keilmuan salaf dengan metode sorogan, bandongan, dan musyawarah kitab kuning. Santri dibina langsung oleh asatidz bersanad dalam naungan kiai.

Program tahfidz 30 juz dengan target kelulusan sesuai kemampuan masing-masing santri, didukung suasana pesantren yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk kota.